MANAJEMEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL ASIMPTOMATIK
Keywords:
asimptomatik, IMS, manajemen,Abstract
Beban global infeksi menular seksual (IMS) sangat tinggi, dengan lebih dari 30 patogen, termasuk bakteri, virus, dan parasit, yang diketahui ditularkan melalui kontak seksual. Salah satu tantangan dalam menanggapi beban IMS adalah infeksi ini dapat bersifat asimptomatik dengan tingkat yang bervariasi. Pada beberapa individu, seperti wanita usia subur, infeksi gonore dan klamidia pada serviks dapat bersifat asimptomatik sekitar 50–97% kasus. Lokasi anatomi selain uretra dan serviks, seperti anorektal dan orofaring, gejala biasanya minimal hingga tidak ada sama sekali hingga sekitar 85% kasus. WHO telah menetapkan target ambisius dalam strategi sektor kesehatan global untuk HIV, hepatitis virus, dan IMS. Untuk mencapai target ini, strategi tersebut menekankan pentingnya meningkatkan akses ke layanan pencegahan, diagnostik, dan pengobatan bagi penderita IMS. Pedoman ini juga mendukung pengelolaan IMS asimptomatik. Keberadaan IMS asimptomatik di masyarakat menekankan pentingnya strategi pencegahan, peningkatan program pendidikan seksual, dan memastikan akses terhadap pemeriksaan IMS yang komprehensif dan rutin. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mengurangi beban infeksi tanpa gejala dan komplikasi yang terkait.Downloads
Download data is not yet available.
Published
2026-09-17
How to Cite
Lita Setyowatie. (2026). MANAJEMEN INFEKSI MENULAR SEKSUAL ASIMPTOMATIK. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 6. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/10
Conference Proceedings Volume
Section
Articles

