INFEKSI GENITAL NON-INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Authors

  • Mutia Devi Universitas Sriwijaya

Keywords:

infeksi genital, infeksi menular non-seksual, manifestasi klinis, penularan

Abstract

Infeksi genital dapat disebabkan oleh berbagai patogen termasuk bakteri, virus, jamur atau parasit. Berdasarkan cara penularan, infeksi genital dibagi menjadi infeksi menular seksual dan infeksi menular non-seksual. Infeksi bakterial pada genital, dari yang ringan misalnya folikulitis, furunkel dan abses, erisipelas, dan selulitis sampai jenis yang mengancam jiwa misalnya necrotizing fasciitis, mempunyai gejala sama seperti pada area lain. Etiologi tersering adalah streptokokus dan stafilokokus. Moluskum kontagiosum merupakan infeksi virus yang umum terjadi, namun sering dihubungkan dengan infeksi menular seksual Jika timbul pada area genitalia. Sarcoptes scabiei merupakan ancaman sejak bertahun lalu. Diagnosis skabies menjadi tantangan karena presentasi yang bervariasi. Sementara pedikulosis pubis disebabkan Pthirus pubis menjadi infestasi parasit yang umum terjadi pada area rambut pubis. Pada wanita, dermatosis genital non venereal yang paling tinggi morbiditasnya adalah tinea cruris, dengan klinis bervariasi menyerupai dermatosis lain.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Mutia Devi. (2026). INFEKSI GENITAL NON-INFEKSI MENULAR SEKSUAL. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 14. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/18