LESI EKSEMATOSA PADA GENITAL

Authors

  • Sariwana Universitas Balikpapan

Keywords:

dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi, dermatitis kontak iritan, dermatitis seboroik, lesi eksim genital, lichen simplex chronicus

Abstract

Lesi eksim genital adalah kondisi kulit inflamasi dan gatal yang umum terjadi seringkali melibatkan dermatitis atopik (AD), dermatitis kontak iritan atau alergi, dermatitis seboroik, dan lichen simplex chronicus. Eksim genital terjadi pada kedua jenis kelamin dan semua usia, tetapi sering dilaporkan lebih sering pada wanita, terutama area vulva. Eksim genital secara signifikan memengaruhi kualitas hidup, dengan lebih dari 28% pasien AD dengan keterlibatan genital melaporkan gangguan kualitas hidup yang parah. Hal ini menyebabkan gatal hebat pada lebih dari 36% kasus dan rasa terbakar pada 22%. Gejalanya berupa gatal hebat, kemerahan, kekeringan, atau pengelupasan di area genital, termasuk skrotum, penis, atau vulva. Pemeriksaan lesi eksim di area genital (vulva atau penis) memerlukan pendekatan sistematis untuk membedakan antara dermatitis kontak, dermatitis atopik, infeksi, dan keganasan langka. Mengingat sensitivitas area tersebut, diagnosis seringkali bergantung pada riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan, jika perlu, biopsi atau uji tempel. Pengobatan biasanya meliputi identifikasi pemicu, penggunaan emolien, dan pemberian steroid dengan potensi rendah.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Sariwana. (2026). LESI EKSEMATOSA PADA GENITAL. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 15. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/19