PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PEMERIKSAAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL: INTEGRASI DIAGNOSTIK MODERN, VAKSINASI, DAN INOVASI DIGITAL

Authors

  • Yudo Irawan Universitas Indonesia

Keywords:

infeksi menular seksual, kesehatan digital, NAAT, pencegahan, resistensi antimikroba, vaksinasi

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang signifikan, dengan lebih dari 374 juta kasus baru yang dapat disembuhkan setiap tahunnya serta peningkatan angka kejadian sifilis dan gonore di berbagai negara. Di Indonesia, beban IMS masih tinggi dan diperberat oleh stigma sosial, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta meningkatnya resistensi antimikroba. Kondisi tersebut menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam diagnosis dan pencegahan IMS. Pendekatan sindromik konvensional memiliki keterbatasan yang bermakna, terutama dalam mendeteksi infeksi tanpa gejala dan infeksi ekstragenital, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis dan berlanjutnya penularan. Oleh karena itu, terjadi pergeseran menuju metode diagnostik molekuler, termasuk nucleic acid amplification tests (NAAT) dan multiplex polymerase chain reaction (PCR), yang memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi serta mampu mendeteksi berbagai patogen secara bersamaan. Selain itu, point-of-care testing (POCT) mendukung diagnosis cepat di layanan kesehatan primer sehingga memungkinkan penatalaksanaan yang lebih tepat waktu dan mengurangi kehilangan tindak lanjut pasien. Strategi pencegahan IMS juga berkembang menjadi pendekatan yang lebih komprehensif melalui program vaksinasi, terutama terhadap human papillomavirus (HPV) dan hepatitis B, serta intervensi biomedis berupa pre-exposure prophylaxis (PrEP) dan doxycycline post-exposure prophylaxis (doxy-PEP). Integrasi layanan IMS dan HIV turut meningkatkan kesinambungan pelayanan serta luaran kesehatan masyarakat. Inovasi kesehatan digital dan intervensi perilaku, termasuk telemedisin dan sistem notifikasi pasangan berbasis aplikasi, menunjukkan potensi dalam meningkatkan cakupan skrining dan kepatuhan pasien. Penatalaksanaan IMS di masa depan diperkirakan akan semakin terintegrasi, berbasis teknologi, dan berpusat pada pasien dengan pemanfaatan kecerdasan buatan serta sistem surveilans berbasis big data untuk meningkatkan deteksi dini, mengoptimalkan strategi pencegahan, dan menurunkan transmisi penyakit.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Yudo Irawan. (2026). PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PEMERIKSAAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL: INTEGRASI DIAGNOSTIK MODERN, VAKSINASI, DAN INOVASI DIGITAL. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 20. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/24