RESOLUSI KLINIS KUTIL ANOGENITAL REKALSITRAN SETELAH PEMBERIAN VAKSIN HPV NONAVALEN SEBAGAI TERAPI ADJUVAN

Authors

  • Devita Putri Universitas Sam Ratulangi
  • Nurdjannah Jane Niode Universitas Sam Ratulangi
  • O. Reymond L. Sondakh Universitas Sam Ratulangi
  • Aryananda Haris Wardoyo Universitas Sam Ratulangi

Keywords:

kutil anogenital rekalsitran, terapi adjuvan, vaksin HPV nonavalen

Abstract

Kutil anogenital akibat human papillomavirus (HPV) risiko rendah (tipe 6/11) dapat rekalsitran, terutama pada imunitas terganggu seperti diabetes. Vaksin HPV berpotensi sebagai terapi adjuvan, meski bukti masih terbatas dalam menurunkan persistensi dan kekambuhan. Kasus: Seorang pria 46 tahun dengan kutil anogenital rekalsitran dan diabetes melitus (DM) tipe 2 tidak terkontrol, yang tidak memberikan respons terhadap berbagai modalitas terapi. Pasca eksisi dan elektrokauter serta vaksin HPV nonavalen (0,2,6 bulan), tidak didapatkan adanya lesi baru selama satu tahun pemantauan klinis. Diskusi: Kutil anogenital akibat HPV risiko rendah (6/11) didiagnosis secara klinis, didukung hasil acetowhite dan histopatologi. Kasus ini rekalsitran meski sudah diterapi standar dan dipengaruhi oleh diabetes tidak terkontrol. Vaksin HPV sebagai adjuvan berpotensi meningkatkan respons imun dan menurunkan kekambuhan, meski bukti terbatas dan kausalitas belum pasti. Kombinasi terapi dapat dipertimbangankan. Kesimpulan: Kutil anogenital rekalsitran sulit ditangani dan sering kambuh. Pada kasus ini, kombinasi terapi destruktif dan vaksin HPV nonavalen sebagai adjuvan menunjukkan perbaikan, meski kausalitas belum pasti dan perlu penelitian lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Devita Putri, Nurdjannah Jane Niode, O. Reymond L. Sondakh, & Aryananda Haris Wardoyo. (2026). RESOLUSI KLINIS KUTIL ANOGENITAL REKALSITRAN SETELAH PEMBERIAN VAKSIN HPV NONAVALEN SEBAGAI TERAPI ADJUVAN. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 30. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/34