MENINGKATKAN TOLERABILITAS TERAPI SIFILIS: KOMBINASI BENZATIN PENISILIN DAN LIDOKAIN DALAM PRAKTIK KLINIS
Keywords:
benzatin penisilin G, lidokain, nyeri injeksi, sifilis sekunder, tolerabilitasAbstract
Sifilis merupakan infeksi menular seksual disebabkan oleh Treponema pallidum dengan manifestasi klinis yang bervariasi sesuai stadium penyakit. Benzatin penisilin G merupakan terapi standar, tetapi nyeri saat dan pasca injeksi sering menjadi kendala dalam praktik klinis. Kasus: Dilaporkan seorang laki-laki usia 39 tahun dengan keluhan gatal pada selangkangan disertai lesi kulit berupa plak eritem multipel dengan skuama kolaret pada skrotum, dagu, dan regio plantaris, serta limfadenopati inguinal. Pemeriksaan serologis menunjukkan RPR reaktif (1:16) dan TPHA reaktif (1:10240). Pasien didiagnosis sifilis sekunder dan diberikan benzatin penisilin G 2,4 juta IU intramuskular yang dikombinasikan dengan lidokain. Terapi diberikan sebanyak tiga kali dengan interval satu minggu. Selama follow-up, didapatkan perbaikan klinis signifikan berupa reduksi eritem, hilangnya erosi, dan perubahan menjadi hiperpigmentasi residual. Efek samping yang muncul ringan dan self-limited. Diskusi: Terapi standar sifilis sekunder adalah dosis tunggal, pemberian tiga dosis dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu untuk memastikan eradikasi bakteri dan mencegah komplikasi seperti neurosifilis dan sifilis okular. Penambahan lidokain terbukti mengurangi nyeri injeksi tanpa memengaruhi efektivitas terapi, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kepatuhan pasien. Kesimpulan: Kombinasi benzatin penisilin G dengan lidokain merupakan pendekatan yang efektif dan aman untuk meningkatkan tolerabilitas terapi sifilis sekunder tanpa mengurangi keberhasilan pengobatan.Downloads
Download data is not yet available.
Published
2026-09-17
How to Cite
Muhammad Khairul Faraby, & Yudo Irawan. (2026). MENINGKATKAN TOLERABILITAS TERAPI SIFILIS: KOMBINASI BENZATIN PENISILIN DAN LIDOKAIN DALAM PRAKTIK KLINIS. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 34. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/38
Conference Proceedings Volume
Section
Articles

