URETRITIS PERSISTEN PASKA TERAPI EMPIRIS: TANTANGAN DIAGNOSIS DAN PERAN KOINFEKSI MYCOPLASMA GENITALIUM
Keywords:
diagnosis, Mycoplasma genitalium, tatalaksana, uretritis non-gonokokalAbstract
Peran Mycoplasma genitalium (MG) sebagai penyebab uretritis non-gonokokal (NGU) meningkat, terutama pada kasus persisten setelah terapi standar Neisseria gonorrhoeae (NG) dan Chlamydia trachomatis (CT). Resistensi makrolida berkontribusi terhadap kegagalan terapi sehingga diperlukan pendekatan diagnostik dan terapeutik yang akurat. Kasus: Dua laki-laki dengan uretritis akut dengan pewarnaan Gram menunjukkan infeksi NG. Terapi sefiksim dan azitromisin memberikan perbaikan parsial, tetapi duh uretra persisten. Pemeriksaan Gram ulang menunjukkan inflamasi tanpa diplokokus, dan PCR menegakkan infeksi MG. Terapi sekuensial doksisiklin moxifloxacin selama 14 hari memberikan resolusi klinis. Diskusi: Kedua kasus menunjukkan progresi uretritis akut menjadi NGU persisten meskipun telah diberikan terapi empiris sesuai pedoman nasional. Tidak ditemukannya diplokokus pada evaluasi lanjutan mengarahkan pada etiologi lain, merujuk pada MG yang menyebabkan NGU dan kasus persisten dengan prevalensi tinggi. Faktor risiko penggunaan kondom yang tidak konsisten dan promiskuitas berkontribusi meningkatkan MG. Gejala MG yang ringan, menyerupai CT, dan tingginya resistensi makrolida membuat pendekatan sindrom tidak memadai; NAAT/PCR diperlukan untuk memastikan etiologi. Edukasi perilaku seksual dan tata laksana pasangan sangat penting untuk mencegah reinfeksi. Kesimpulan: Mycoplasma genitalium perlu dipertimbangkan pada uretritis persisten pasca-terapi NG/CT. Terapi sekuensial doksisiklin-moxifloxacin efektif untuk NGU akibat MG dengan pendekatan diagnostik yang akurat.Downloads
Download data is not yet available.
Published
2026-09-17
How to Cite
Ruben Aprianto, Yudo Irawan, & Limyanti Dwi Vicaria. (2026). URETRITIS PERSISTEN PASKA TERAPI EMPIRIS: TANTANGAN DIAGNOSIS DAN PERAN KOINFEKSI MYCOPLASMA GENITALIUM. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 36. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/40
Conference Proceedings Volume
Section
Articles

