DETERMINAN PSIKOSOSIAL PENGGUNAAN PROFILAKSIS PRA-PAJANAN (PrEP) PADA REMAJA DAN DEWASA MUDA DI ASIA TENGGARA: TINJAUAN INTEGRATIF DENGAN IMPLIKASI BAGI INDONESIA

Authors

  • Dhea Safitri Ramadhani Universitas Muhammadiyah
  • Rosmarini Estri Sih Hananti RSUD dr. Soebandi

Keywords:

Asia Tenggara, determinan psikososial, dewasa muda, PrEP, pencegahan HIV

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan global utama, terutama pada remaja dan dewasa muda yang rentan. Di Asia Tenggara, beban HIV meningkat, namun penggunaan profilaksis pra paparan (PrEP) masih suboptimal. Determinan psikososial berperan penting dalam memengaruhi penggunaan PrEP dalam konteks sosial budaya yang kompleks. Tujuan: Mensintesis bukti mengenai determinan psikososial penggunaan PrEP pada remaja dan dewasa muda di Asia Tenggara serta implikasinya bagi Indonesia. Metode: Tinjauan integratif dilakukan berdasarkan kerangka Whittemore dan Knafl (2005) dan pedoman PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada PubMed dan Scopus untuk studi tahun 2021–2026. Studi yang diikutsertakan adalah penelitian primer (kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran) yang mengevaluasi determinan psikososial penggunaan PrEP pada remaja dan dewasa muda (15–30 tahun). Dari 52 studi yang diidentifikasi, 7 memenuhi kriteria inklusi. Kualitas metodologis dinilai menggunakan MMAT 2018. Hasil: Determinan penggunaan PrEP bersifat multidimensional pada tingkat individu, interpersonal, dan struktural. Hambatan individu meliputi rendahnya pengetahuan, persepsi risiko, dan kekhawatiran efek samping. Pada tingkat interpersonal, stigma dan ketakutan akan diskriminasi menghambat penggunaan, sementara dukungan sosial menjadi faktor pendorong. Hambatan struktural mencakup keterbatasan akses, biaya, dan layanan yang tidak inklusif. Inovasi seperti layanan berbasis komunitas dan mHealth menunjukkan potensi meningkatkan akses dan kepatuhan. Tidak ditemukan studi dari Indonesia, menunjukkan kesenjangan bukti regional. Kesimpulan: Penggunaan PrEP dipengaruhi oleh interaksi kompleks faktor psikososial. Pendekatan komprehensif yang mencakup edukasi, reduksi stigma, dan penguatan layanan kesehatan diperlukan. Penelitian kontekstual di Indonesia sangat dibutuhkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Dhea Safitri Ramadhani, & Rosmarini Estri Sih Hananti. (2026). DETERMINAN PSIKOSOSIAL PENGGUNAAN PROFILAKSIS PRA-PAJANAN (PrEP) PADA REMAJA DAN DEWASA MUDA DI ASIA TENGGARA: TINJAUAN INTEGRATIF DENGAN IMPLIKASI BAGI INDONESIA . The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 38. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/42