PERAN UJI KULIT PENISILIN DALAM PENILAIAN RISIKO ALERGI PASIEN SIFILIS DENGAN HIV: KASUS SERIAL

Authors

  • Tengku Arsyfia Rumansyah Universitas Indonesia
  • Yudo Irawan Universitas Indonesia
  • Endi Novianto Universitas Indonesia
  • Anindya Latona Sidarta Universitas Indonesia
  • Anita Mahadewi Universitas Indonesia

Keywords:

alergi penisilin, sifilis, HIV, uji kulit penisilin

Abstract

Sifilis masih menjadi masalah penting, terutama pada populasi berisiko tinggi dan orang dengan HIV. Penisilin benzatin G merupakan terapi utama sifilis, tetapi penggunaannya dapat terkendala pada pasien dengan riwayat atau kecurigaan alergi penisilin. Uji kulit penisilin dapat membantu menilai risiko hipersensitivitas tipe cepat sebelum pemberian terapi. Kasus: Dilaporkan tiga pasien laki-laki dengan sifilis dengan HIV. Kasus pertama adalah sifilis laten dengan kecurigaan keterlibatan okular, kasus kedua sifilis sekunder dengan kondiloma lata, dan kasus ketiga sifilis okular dengan riwayat alergi amoksisilin. Pada ketiga pasien direncanakan pemberian penisilin benzatin G, tetapi uji kulit intradermal penisilin dengan metode empat tahap pengenceran menunjukkan hasil positif pada pengenceran II (1.000 IU/cc), sehingga pengujian dihentikan dan terapi dialihkan menjadi doksisiklin 2 kali 100 mg selama 28 hari. Diskusi: Uji kulit penisilin dilakukan pada pasien dengan kecurigaan hipersensitivitas segera. Metode pengenceran bertahap memungkinkan deteksi reaksi pada konsentrasi rendah sebelum mencapai konsentrasi yang lebih tinggi. Pada orang dengan HIV, hipersensitivitas obat lebih sering dilaporkan, tetapi belum ada bukti kuat bahwa HIV secara spesifik meningkatkan positivitas uji kulit penisilin. Kesimpulan: Uji kulit penisilin dengan metode pengenceran bertahap sebelum pemberian penisilin dapat membantu menilai risiko hipersensitivitas secara dini dengan lebih aman dan terarah pada pasien sifilis dengan HIV.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Tengku Arsyfia Rumansyah, Yudo Irawan, Endi Novianto, Anindya Latona Sidarta, & Anita Mahadewi. (2026). PERAN UJI KULIT PENISILIN DALAM PENILAIAN RISIKO ALERGI PASIEN SIFILIS DENGAN HIV: KASUS SERIAL. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 54. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/58