PEMULIHAN MIKROBIOTA VAGINA: PERAN PROBIOTIK SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN DALAM MENURUNKAN KEKAMBUHAN BACTERIAL VAGINOSIS: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS UJI ACAK TERKONTROL

Authors

  • Andi Nawal Az-Zahrah Universitas Padjadjaran
  • Friestiea Nur Suriaji Universitas Mulawaman

Keywords:

bacterial vaginosis, probiotik, tingkat kekambuhan

Abstract

Bacterial vaginosis (BV) merupakan infeksi vagina yang ditandai dengan ketidakseimbangan mikrobiota. Tingginya angka kekambuhan BV meskipun telah menjalani terapi antibiotik menjadi perhatian klinis. Oleh karena itu, pemberian probiotik seperti Lactobacillus merupakan salah satu strategi tambahan untuk memperbaiki hasil terapi. Tujuan: Menilai efektivitas probiotik sebagai terapi tambahan dalam menurunkan kekambuhan dan meningkatkan kesembuhan BV. Metode: Studi ini merupakan Systematic review terhadap Randomized Controlled Trials (RCT) dalam 10 tahun terakhir yang diperoleh dari basis data PubMed dan Scopus. Studi ini membandingkan RCT yang menggunakan probiotik sebagai tambahan terapi antibiotik dengan antibiotik saja atau dengan plasebo. Hasil yang dianalisis adalah tingkat kekambuhan dan kesembuhan klinis BV. Hasil: Analisis dilakukan terhadap 8 RCT dengan jumlah sekitar 800 partisipan. Empat dari delapan studi menunjukkan penurunan kekambuhan BV yang signifikan, terutama pada pemberian probiotik secara intravaginal. Beberapa studi probiotik oral juga menunjukkan penurunan kekambuhan, namun sebagian besar tidak meningkatkan tingkat kesembuhan secara signifikan. Kesimpulan: Penggunaan probiotik berpotensi menurunkan tingkat kekambuhan BV, terutama melalui rute intravaginal, namun efektivitasnya dalam meningkatkan kesembuhan BV masih belum signifikan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Andi Nawal Az-Zahrah, & Friestiea Nur Suriaji. (2026). PEMULIHAN MIKROBIOTA VAGINA: PERAN PROBIOTIK SEBAGAI TERAPI TAMBAHAN DALAM MENURUNKAN KEKAMBUHAN BACTERIAL VAGINOSIS: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS UJI ACAK TERKONTROL. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 55. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/59