ISU ETIK DAN LEGAL PENANGANAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DALAM PRAKTIK DERMATOVENEREOLOGI

Authors

  • Muji Iswanty Universitas Hasanuddin

Keywords:

etik kedokteran, informed consent, IMS, kerahasiaan pasien, keselamatan pasien

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan dengan dampak medis, psikologis, sosial, etik, dan hukum yang kompleks. Penanganan IMS dalam praktik dermatologi, venereologi, dan estetika sering menghadapi tantangan berupa stigma, kerahasiaan pasien, informed consent, serta risiko pelanggaran etik dan hukum. Mengkaji isu etik dan legal dalam pelayanan IMS serta pentingnya penerapan prinsip bioetika dan regulasi kesehatan di Indonesia. Kajian ini membahas prinsip etik kedokteran meliputi beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice dalam penatalaksanaan pasien IMS. Selain itu dibahas pentingnya informed consent, kerahasiaan medis, hubungan dokter pasien, legalitas praktik, kompetensi tenaga medis, serta tanggung jawab hukum dokter. Dalam praktik klinis, ketidakjujuran pasien saat anamnesis dan rendahnya pemahaman mengenai kerahasiaan medis dapat meningkatkan risiko konflik etik maupun hukum. Penerapan pelayanan sesuai standar operasional prosedur, kompetensi profesi, serta dokumentasi rekam medis menjadi bagian penting dalam perlindungan dokter dan pasien. Kajian ini diselaraskan dengan KODEKI, Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, dan panduan MKEK. Pemahaman etik dan hukum dalam pelayanan IMS sangat penting untuk menjaga keselamatan pasien, profesionalisme dokter, dan kualitas pelayanan kesehatan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Muji Iswanty. (2026). ISU ETIK DAN LEGAL PENANGANAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DALAM PRAKTIK DERMATOVENEREOLOGI. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 2. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/6