GIANT CONDYLOMA PADA PASIEN PASCA TRANSPLANTASI GINJAL: KONDISI IMUNOSUPRESI DAN PROGRESIVITAS LESI

Authors

  • Agustina Nurul Hidayah Universitas Indonesia
  • Yudo Irawan Universitas Indonesia
  • Hayra Diah Avianggi Universitas Indonesia
  • Margaret Universitas Indonesia
  • Nadia Andini Putri Universitas Indonesia

Keywords:

giant condyloma, human papillomavirus imunosupresi, kutil anogenital, transplantasi ginjal

Abstract

Giant condyloma merupakan varian jarang dari infeksi human papillomavirus (HPV) yang lebih agresif pada kondisi imunosupresi, dengan pertumbuhan lesi yang luas dan respons terapi yang terbatas. Kasus: Seorang perempuan 21 tahun dengan keluhan kutil anogenital sejak 8 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat transplantasi ginjal (tahun 2021) dan terapi imunosupresif jangka panjang. Pemeriksaan menunjukkan papul-plak verukosa multipel pada regio genital hingga perianus dengan tes asam asetat 5% positif. Pasien diterapi dengan topikal trichloroacetic acid (TCA) 90% sebanyak tujuh kali dengan interval mingguan pada lesi, tetapi lesi masih berkembang progresif. Diskusi: Kondisi imunosupresi berperan dalam meningkatkan proliferasi HPV sehingga lesi menjadi lebih luas, rekuren, dan kurang responsif terhadap terapi topikal. Pada kasus luas atau refrakter, tindakan bedah berupa electrosurgery menjadi pilihan terapi yang lebih efektif. Kesimpulan: Giant condyloma pada pasien imunosupresi memiliki perjalanan klinis lebih berat dan respons terapi terbatas, sehingga memerlukan pendekatan terapi komprehensif serta pemantauan jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Agustina Nurul Hidayah, Yudo Irawan, Hayra Diah Avianggi, Margaret, & Nadia Andini Putri. (2026). GIANT CONDYLOMA PADA PASIEN PASCA TRANSPLANTASI GINJAL: KONDISI IMUNOSUPRESI DAN PROGRESIVITAS LESI . The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 57. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/61