KOINFEKSI SIFILIS DAN SITOMEGALOVIRUS KONGENITAL: TANTANGAN DIAGNOSTIK DAN TATA LAKSANA KOMPREHENSIF

Authors

  • Levina Ameline Moelyono Universitas Indonesia
  • Hanny Nilasari Universitas Indonesia
  • Eliza Miranda Universitas Indonesia
  • Pricillia Horas Universitas Indonesia
  • Nurul Vitria Universitas Indonesia
  • Arsy Indrafatina Universitas Indonesia

Keywords:

antenatal care, deteksi dini, infeksi CMV kongenital, sifilis kongenital

Abstract

Sifilis dan infeksi sitomegalovirus (CMV) kongenital ditularkan secara transplasenta, dan melibatkan multiorgan. Manifestasi klinis yang beragam dan antenatal care (ANC) yang kurang optimal dapat menyulitkan diagnosis dan menyebabkan sekuele. Kasus: Bayi laki-laki 3 bulan dengan lenting multipel di wajah, dada, ekstremitas, serta bercak merah pada badan dan telapak sejak 6 hari sebelum pemeriksaan, disertai ikterus sejak usia 2 minggu tanpa demam atau gangguan tumbuh kembang. Pasien lahir aterm 2,6 kg, dari ibu dengan ANC tidak adekuat dan memiliki faktor risiko infeksi menular seksual (IMS). Pemeriksaan menunjukkan sklera ikterik, lesi kulit pleomorfik dengan Biett’s sign. Hasil laboratorium menunjukkan anemia, trombositopenia, peningkatan enzim hati, dan hiperbilirubinemia. Hasil radiologi menunjukan metafisitis tulang dan ventrikulomegali otak. Didapatkan anti-CMV immunoglobulin (Ig)M/IgG reaktif, rapid plasma reagin (RPR) 1:64, treponema pallidum hemaglutinin assay (TPHA) 1:1280, pasien didiagnosis sifilis dengan koinfeksi CMV kongenital dan diberikan penisilin prokain, valgansiklovir, serta terapi suportif. Diskusi: Koinfeksi sifilis dan CMV kongenital dengan manifestasi klinis beragam dapat menyulitkan diagnosis. Keterbatasan ANC dan skrining maternal menyebabkan terlambatnya deteksi dini ibu dan munculnya sekuele. Diperlukan tata laksana multidisiplin dan pemantauan berkelanjutan untuk mengurangi risiko komplikasi lanjut. Kesimpulan: Koinfeksi sifilis dan CMV kongenital mempersulit diagnosis. Dibutuhkan ANC komprehensif untuk deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan untuk pencegahan sekuele.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Levina Ameline Moelyono, Hanny Nilasari, Eliza Miranda, Pricillia Horas, Nurul Vitria, & Arsy Indrafatina. (2026). KOINFEKSI SIFILIS DAN SITOMEGALOVIRUS KONGENITAL: TANTANGAN DIAGNOSTIK DAN TATA LAKSANA KOMPREHENSIF. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 58. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/62