PERAN MIKROBIOMA GENITAL DALAM INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Authors

  • Nurdjannah Jane Niode Universitas Sam Ratulangi

Keywords:

disbiosis, infeksi menular seksual, lactobacillus, mikrobioma genital, pencegahan.

Abstract

Mikrobioma genital merupakan determinan penting dalam homeostasis mukosa dan kerentanan terhadap infeksi menular seksual (IMS), namun integrasi klinisnya masih terbatas. Mikrobioma eubiosis yang didominasi Lactobacillus menjaga integritas epitel melalui pH asam, metabolit antimikroba, dan modulasi imun. Disbiosis, terutama pada bacterial vaginosis, mengganggu keseimbangan ini sehingga meningkatkan pH, inflamasi, serta perubahan metabolik yang mendukung kolonisasi dan persistensi patogen. Ketidakseimbangan mikrobioma berasosiasi kuat dengan IMS utama seperti Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhoeae, Trichomonas vaginalis, HIV, HSV-2, dan HPV. Pada pria, komposisi mikrobioma dipengaruhi faktor anatomi dan perilaku, termasuk sirkumsisi yang menurunkan bakteri anaerob terkait risiko IMS. Mikrobioma genital merupakan target dinamis yang dapat dimodifikasi. Integrasinya dalam praktik dermatovenereologi berpotensi mendukung pencegahan presisi dan meningkatkan luaran kesehatan seksual.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-09-17

How to Cite

Nurdjannah Jane Niode. (2026). PERAN MIKROBIOMA GENITAL DALAM INFEKSI MENULAR SEKSUAL. The Abstract Proceedings of the Scientific Meeting of the Indonesian Society of Dermatology and Venereology, 1(1), 3. Retrieved from https://conference.perdoski.id/index.php/insdv/article/view/7